MEMILIH INVESTASI AMAN DAN GAMPANG

Investasi dilakukan karena ada tujuan. Pada umumnya ada 5 tujuan investasi, yaitu:

  1. Untuk berjaga-jaga. Banyak orang mengatakan bahwa salah satu kepastian dalam hidup ini adalah ketidakpastian. Hidup manusia selalu dikelilingi dengan resiko, baik kecil maupun besar. Untuk tujuan berjaga-jaga inilah kita melakukan investasi sehingga diharapkan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan secara tiba2 dalam hal keuangan, kita masih memiliki cadangan untuk mengatasinya.
  2. Mendapatkan keuntungan. Kita melakukan investasi untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek berupa kenaikan nilai dari jumlah dana yang diinvestasikan.
  3. Mengalahkan inflasi. Harapan kita adalah mendapatkan hasil investasi yang jauh di atas angka inflasi.
  4. Memiliki kehidupan yang lebih layak. Setiap orang menginginkan kemajuan dalam hidupnya, termasuk dalam hal materi. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah melakukan investasi sedini mungkin.
  5. Mempersiapkan dana pensiun. Jika seseorang memasuki usia pensiun, berarti dia tidak bisa lagi mengharapkan pendapatan dari kantor tempat ia bekerja. Karena itu mau tak mau kita harus mempersiapkan sendiri dana-dana yang dibutuhkan pada saat2 masuk pensiun. Untuk mencukupi kebutuhan dana tersebut, kita harus memulai investasi sejak dini.

Ada 10 investasi yang menurut “sumber” dianggap paling gampang dan aman. 10 investasi tersebut adalah : tabungan, deposito, investasi emas, investasi bisnis, investasi property,valuta asing, investasi saham, reksadana, obligasi, dan investasi pendidikan.

(sumber: 10 INVESTASI PALING GAMPANG & PALING AMAN)

Karena 5 tujuan itulah minggu lalu saya memutuskan untuk ikut investasi emas (dimuat dalam tulisan kemaren “CARI-CARI INVESTASI”). Meskipun sebelumnya sudah memiliki tabungan, property, perhiasan dan investasi pendidikan (kalo yang ini investasi untuk dunia&akhirat ^_^).

Baiklah, saya akan kaji secara singkat kenapa memilih investasi emas di JTC dengan didasarkan pada 5 tujuan di atas:

  1. Untuk berjaga-jaga. Keperluan mendadak bisa saja kita temui. Karena itu perlu jenis investasi yang sifatnya liquid (mudah dijual atau diuangkan). Tabungan merupakan investasi yang liquiditasnya paling tinggi, cukup ke ATM maka uang sudah di tangan. Tapi bunga bank sangat rendah dan gak mampu melawan inflasi. Sedangkan jenis investasi lain tingkat liquiditasnya kurang. Lain halnya dengan investasi emas batangan 24 K (kadar emas 99,99%)

 

liquiditasnya cukup tinggi. Dengan menggadaikan atau menjualnya ke toko emas,bank (terutama bank syariah), dan tempat pegadaian, maka kita sudah bisa mendapatkan uang tunai.

  1. Mendapat keuntungan. Siapa pun tahu bahwa harga emas setiap tahun pasti naik. Saat kurs dolar naik maka harga emas naik. Dan  saat dolar turun, harga emas tetap naik,hehehe…kok bisa? Emas dalam perdagangan dunia biasanya dipasarkan dengan mata uang dolar. Otomatis kalo kurs dolar naik,berarti harga emas di Indonesia juga ikutan naik. Namun jika nilai dolar turun dalam perdagangan dunia maka orang akan beramai-ramai mengamankan kekayaannya dalam bentuk investasi emas, akibatnya harga emas akan melambung naik. Apalagi jika ikut investasi di JTC, bisa dapat keuntungan lebih dari 1 juta dari tiap 5 gram emas batangan yang dibeli.
  2. Mengalahkan inflasi. Tahu sendiri kan bagaimana inflasi di negara kita. Setiap tahun harga barang selalu naik. Bahkan bunga deposito dan kenaikan gaji PNS (hehe…ketahuan deh) gak mampu melawan inflasi. Beda dengan emas yang kebal inflasi. Jadi kalau mau menjaga nilai kekayaan kita lebih baik investasi emas. Contohnya: tahun 1991 ONH sekitar 7 juta rupiah bandingkan dengan ONH 2011 sekitar 30-33 juta. Tapi jika dinilai dengan emas, ONH 1991 senilai dengan + 70 gram emas. Dan nilai ini hampir sama dengan jumlah emas yang dibutuhkan untuk ONH tahun ini.
  3. Kehidupan lebih layak. Saat harga emas melambung tinggi, kita bisa menjual investasi emas kita untuk memenuhi kebutuhan kita. Apalagi kalau bisa mengikuti sistem networking di JTC bisa dapat bonus jutaan sampai ratusan juta.
  4. Dana pensiun. Meskipun sudah memiliki dana pensiun, tetap harus ada dana cadangan yang mudah diuangkan apabila diperlukan, terutama jika tidak memiliki penghasilan lain di luar dana pensiun yang diterima

CARI-CARI INVESTASI

Di tengah kesibukan (juga kejenuhan) urusan tesis, saya mencoba memikirkan investasi yang tepat buat rumah tangga kami kelak (duh sempat2nya,hehe…). Kita tahu kalau cuma menyimpan uang di bank seperti dalam bentuk tabungan atau deposito, maka nilai uang kita semakin lama akan semakin kecil, gara2 tergerus inflasi. Jangan harap bunga deposito bisa mengimbangi tingkat inflasi di negara kita. Apalagi kalau cuma tabungan yang bunganya 2% per tahun, pasti tekor deh. Mengandalkan kenaikan gaji? Aduh…gaji naik, harga2 barang juga naik.

Ada beberapa alternatif pilihan investasi yang membuat saya tertarik :

  1. ORI. Obligasi yang dikeluarkan pemerintah ini bunganya lebih tinggi daripada deposito. Tetapi uang pokoknya harus diserahkan selama 3 tahun tanpa bisa diambil. Hanya bunganya yang dapat dinikmati setiap bulan. Investasi seperti ini hanya cocok bagi mereka yang punya uang “nganggur”. Klo masih banyak keperluan lain atau kuatir ada keperluan “emergency”, sebaiknya jangan berinvestasi di sini. Lagipula ORI tahun ini bunganya gak terlalu besar, kalo gak salah gak sampai deh 10% per tahun.
  2. Property. Yang ini jelas menguntungkan, kalau punya modal besar. Kalau modal pas2an ya cuma dapat tanah kaplingan di luar kota. memang harganya pasti naik tapi harus nunggu beberapa tahun. Dan perlu diingat, kalau ada keperluan mendadak, kita gak bisa dengan mudahnya menjual property milik kita. Harus cari pembeli dulu berhari2 atau berbulan2 untuk mendapat harga yang cocok. Tetapi bagi saya, property tetap menarik
  3. Forex atau saham. Bagi yang senang repot memantau harga saham dan kurs mata uang, silahkan berinvestasi di sini. Tapi menurut saya investasi ini “gambling” banget, untung2an. Dan yang pasti dengan kesibukan lain, sepertinya udah malas deh untuk memantau perkembangannya. Belum lagi kalau tiba2 nilainya merosot tajam bisa bikin jantungan,hehehe…Bisa sih kita serahkan ke orang lain, tapi yang namanya gambling tetap aj bikin deg2an.
  4. Bisnis atau usaha. Yang punya jiwa wirausaha cocok banget nih. Apalagi sekarang internet di mana2, bisa bisnis online. Mau wiraswasta atau ikut MLM, tinggal pilih aj. Tapi sekali lagi perlu waktu luang yang cukup, kecuali memang intens di bisnis yang dikelola, tanpa ada kesibukan pekerjaan yang lain. Kalau mau santai ya cukup jadi investor aj, biar orang lain yang melaksanakan.
  5. Emas. Kalo punya emas, gak diapa-apain nilainya tetap naik. Meskipun ada yang bilang nilainya juga fluktuatif, itu kan di bursa saham. Kalo di pasaran, setiap tahun harganya pasti naik. Mau dijual juga gampang,apalagi digadaikan. Dan kesannya…blink2 gitu ^_^

Akhirnya pilihan saya jatuhkan pada investasi emas, terutama gak perlu repot dikelola, harga pasti naik, dan liquid banget. Daripada duit cuma dibelanjakan untuk barang konsumtif, lebih baik disisihkan untuk investasi (tapi jajan n cari hiburan tetap donk, asal gak berlebihan). Tapi ingat…don’t put your eggs in one basket, takut pecah semua. Jadi sebaiknya tetap ada simpanan uang cash dan jenis investasi lainnya.Sebenarnya saya ikut investasi ini bukan sekedar cari keuntungan, tetapi terutama untuk menjaga nilai uang kita supaya tidak terkena imbas inflasi

Ingat…investasi emas bukan berarti perhiasan emas (meskipun jujur saya juga doyan perhiasan,hihi…). Masalahnya kita harus membayar mahal ongkos pembuatannya, dan kadar emasnya seringkali tidak sesuai dengan standard internasional. Jangan harap deh ketemu perhiasan emas yang katanya 24 K dengan persentase emasnya 99,99%. Palingan persentasenya cuma berkisar 95%. Jadi kalau dijual harganya jatuh banget dibandingkan saat membeli, kecuali perhiasannya dijual 10 tahun setelah pembelian,hehe…Lagipula rasanya gak tega banget harus menjual perhiasan kesayangan kita. Beda dengan bentuk batangan dan bersertifikat resmi.

Singkat cerita…akhirnya saya memilih berinvestasi emas di PT.JTC, makassar. Dengan menjadi member di sini, selain bisa mendapat emas bersertifikat, juga bisa mendapat cash back lumayan. Saya sudah pelajari cara kerja mereka, sama sekali bukan penipuan (lagipula klo perusahaannya gak bisa dipercaya, mana mungkin Bank Syariah Mandiri mau bekerjasama dg PT.JTC). Mereka memberikan keuntungan dengan cara bertahap selama 6 bulan, bukan keuntungan instan dan sangat besar yang ujung2nya perusahaan tutup dan pengusahanya melarikan diri.

Jadi kalau ada teman yang berminat, saya bisa sharing dengan senang hati. Mumpung harga emas belum naik lagi.