Seminar Internasional Bersama Mahathir Muchammad

Jarang banget bisa menghadiri seminar internasional di kampus Unhas, Makassar.  Kali ini keynote speakernya adalah mantan PM Malaysia, Mahathir Muchammad (MM), dengan tema Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat. Acara seminar ini diadakan dalam rangka Reuni Akbar Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin. Dihadiri sekitar 2000 peserta yang terdiri dari para alumnus dan mahasiswa Pasca Sarjana Unhas yang memadati gedung Baruga A.P.Pettarani, serta para staf pengajar. Semua tampak antusias menghadiri seminar kali ini, terutama karena ingin melihat langsung MM. Seminar ini juga dihadiri oleh Gubernur Sul-Sel.

Mengenai MM sendiri, dengan usia 84 tahun, tampak masih bugar. Daya ingatnya juga luar biasa, apa yang disampaikan sama persis dengan isi makalah yang dibagikan. Belum ada tanda-tanda serangan alzeimer alias pikun, hehe…

Materi seminar sangat menarik. MM antara lain mengemukakan sejarah demokrasi, perkembangan demokrasi saat ini, dan juga tentunya demokrasi ala Malaysia. Tetapi sesi yang paling menarik adalah sesi tanya jawab.  Beberapa peserta membandingkan perkembangan demokrasi di Indonesia dan Malaysia, serta perbandingan tingkat kemakmuran kedua negara serumpun ini.  Bahkan Manohara pun disebut-sebut (haha…).

MM mengemukakan secara terbuka bahwa Malaysia menerapkan sistem demokrasi non liberal, dengan kata lain demokrasi yang masih terikat. Kurang lebih sama dengan sistem demokrasi yang diterapkan Soeharto dulu, dimana kebebasan pers masih sangat dibatasi (ini kesimpulan saya loh).  Yang penting rakyat kenyang, maka apapun berita miring mengenai pemerintah tidak diumbar ke media massa.

Mengenai kemakmuran Malaysia…ya iyalah,negara sekecil itu dengan jumlah penduduk sekitar 30 juta jiwa (kalo gak salah), relatif lebih mudah diatur daripada Indonesia yang ramai ini.  Tapi satu hal yang saya akui, rakyat Malaysia memang lebih tertib daripada kita (pengalaman waktu tahun lalu ke sana). Tidak seperti di Indonesia, mulai pejabat sampai rakyatnya susah diatur (haha…).

Singkat kata, demokrasi memang sebenarnya ditujukan untuk kesejahteraan rakyat. Sekarang tinggal bagaimana penerapannya di tiap-tiap negara. Dan juga tentunya itikad baik dari tingkat pejabat sampai rakyat untuk kepentingan bersama. Mau demokrasi liberal yang kebablasan tapi rakyat megap-megap cari kehidupan, atau demokrasi non liberal tapi rakyat makmur, atau…demokrasi yang menjunjung tinggi kepentingan rakyat, baik hak politik maupun hak untuk hidup enak. Hidup rakyat…..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s