7 PEDOMAN KELOLA UANG

1. Aktif dalam setiap keputusan keuangan keluarga. Para ibu sesungguhnya dapat berperan aktif dalam setiap keputusan berkaitan dengan keuangan keluarga. Ibu dapat mengajukan saran atau ide tentang rencana keuangan masa depan yang berkaitan dengan pendidikan anak, asuransi, dana hari tua, atau kebijakan baru tentang tabungan untuk berlibur. Yang penting ibu tidak pasif.

2. Cari tahu tentang investasi. Sekarang ini ada berbagai workshop, seminar, dan bacaan tentang cara berinvestasi yang mudah dan menguntungkan. Tersedia pula rubrik tanya jawab tentang investasi di media massa yang dapat dimanfaatkan. Mempelajari cara-cara berinvestasi tidaklah menyita waktu. Asalkan serius menyimak, pengetahuan tentang investasi akan anda dapatkan.

3. Menghemat untuk menabung. Bila kebutuhan keluarga yang penting sudah terpenuhi, anda dapat mulai menabung. Menabung dapat dimulai dengan melakukan penghematan di beberapa pos pengeluaran, seperti menghemat penggunaan listrik, air, telepon, dan internet. Cobalah menabung mulai sekarang.

4. Memikirkan biaya hidup hari tua. Bila anda mempunyai pekerjaan tetap yang memberi dana pensiun, mulailah menghitung besarnya dana pensiun yang akan anda peroleh kelak. Bila yang anda peroleh tidak mencukupi kebutuhan anda, mulailah menyisihkan dana untuk hari tua.

5. Hindari berhutang. Sebisa mungkin hindari berhutang. Pastikan penggunaan kartu kredit hanya untuk hal-hal yang sudah ada dana yang anda alokasikan. Rencanakan dengan teliti setiap keputusan untuk membeli sesuatu, dan kendalikan penggunaan kartu kredit anda. Mengendalikan penggunaan kartu kredit dapat dilakukan dengan cara tidak mengubah keinginan menjadi kebutuhan. Dengan begitu anda tak perlu tiba-tiba merasa perlu belanja.

6. Jangan lupa asuransi. Tak ada salahnya anda memikirkan asuransi jiwa, terutama bila anda punya keturunan. Bicarakan dengan pasangan, asuransi apa yang ingin anda dan pasangan miliki. Berapa besarnya pertanggungan tentu sangat tergantung pada besarnya penghasilan setelah dikurangi berbagai kebutuhan.

7. Melibatkan anak bicara soal uang. Membicarakan masalah keuangan dengan anak bukan hal tabu. Anak-anak usia 5 atau 6 hingga 8 tahun sudah bisa diajak bicara soal uang. Di usia ini mereka sangat berminat terhadap uang karena merasa sudah besar. Mengajak anak bicara soal uang bertujuan agar ia paham bahwa uang tidak datang dengan sendirinya, sehingga anak tidak memperlakukan anda seperti ATM. Dengan demikian ia tidak sewaktu-waktu minta sesuatu pada anda, atau mengambil sisa uang belanja sesuka hati. Anda pun dapat menekan pengeluaran yang tidak perlu. Anda juga dapat mengkomunikasikan berapa besar uang sekolah. Mulai usia 6 tahun anak dapat diberi tanggung jawab untuk mengatur pengeluaran sendiri. Misalnya, beri anak uang saku untuk tiga hari, kemudian minta anak mengelola sendiri uangnya. Kegiatan ini membuat si kecil paham bahwa seberapa pun besarnya uang, harus ia atur penggunaannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s