MONEY, A MEMOIR

Buku ini menceritakan hubungan antara perempuan, emosi, dan uang.  Memangnya ada hubungannya ? Jelas ada… Perempuan mana sih yang gak suka dengan uang?  Semuanya pasti suka (yang laki-laki juga pada ngangguk,hehe…). Dan perempuan juga seringkali equal dengan emosi. Tapi yang jadi permasalahan adalah darimana sumber uang seorang perempuan, dan bagaimana perempuan membelanjakannya (persis pertanyaan di alam kubur nanti ^_^).  Apalagi di zaman sekarang dimana tingkat konsumerisme sangat tinggi. 

Nah…dalam buku ini sang penulis (Liz Perle) mengisahkan bagaimana dirinya dan banyak contoh perempuan lain di Amrik harus menghadapi masalah keuangan dalam kehidupannya, selain berbagai masalah emosional yang mereka hadapi.  Dan ternyata masalah dalam kehidupan mereka buntut-buntutnya terkait juga dengan masalah uang.  Gak peduli kalangan atas atau menengah (kalau kalangan bawah sudah jelas bermasalah dengan uang), perempuan single atau yang telah menikah (terlebih yang punya anak), bahkan perempuan yang hanya mengharapkan finansial keluarga atau dirinya sendiri pada suaminya, dan juga perempuan mandiri (cari duit sendiri tapi tetap senang klo dikasih duit sama suaminya, hihi…).

Meskipun perempuan-perempuan dalam buku ini berasal dari negara yang tingkat pendapatannya jauh berbeda dengan Indonesia, tapi tetap saja menarik untuk disimak. Karena secara universal, kehidupan perempuan tetap saja berjibaku dengan masalah emosi dan uang (sebenarnya laki-laki juga begitu).  Meskipun dalam sebuah keluarga, seorang perempuan dianggap tidak wajib mencari nafkah atau minimal bukan pencari nafkah utama (ternyata di Amrik juga begitu loh), tetap saja perempuan harus pintar mengatur keuangan bagi dirinya sendiri, terutama untuk masa depannya. Perempuan tidak bisa mengharapkan sepenuhnya dan selamanya keterjaminan finansial dari suami atau bahkan dirinya sendiri.  Terlebih lagi tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana masa depannya nanti.  Akankah dia hidup senantiasa kaya raya tanpa dibebani masalah uang, apakah dia mampu mempertahankan tingkat kehidupan di masa tua seperti  saat masih bekerja, atau bahkan seorang istri selamanya tetap terjamin finansialnya dari sang suami tanpa kuatir perceraian atau kematian si pencari nafkah ? Semuanya tidak ada jaminan.

Karena itulah buku ini menarik untuk dibaca.  Buku ini memaparkan realita dan sifatnya universal.  Hal apapun dapat terjadi pada seorang perempuan tanpa peduli di negara mana dia berada.  Dan saya sebagai seorang perempuan yang mampu mencari nafkah sendiri dan telah berkeluarga (Alhamdulillah penghasilan suami lebih besar,hehe…), mendapatkan banyak gambaran dan hal-hal menarik dari berbagai problema perempuan, sehingga bisa menjadi bahan untuk introspeksi diri.

Kalau berminat membaca free e-book ini, silahkan klik e-book gratis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s