SHERLOCK HOLMES (MISTERI KEMATIAN BINTANG SIRKUS)

Bagi penggemar cerita detektif tentunya tidak asing lagi dengan nama Sherlock Holmes. Penggambaran untuk karakter ini dengan pipa rokok, topi, dan mantelnya yang khas menjadi ciri tersendiri bagi Sherlock Holmes.  Namun novel kali ini bukanlah hasil karya Sir Arthur Conan Doyle (penulis dan pencipta karakter Sherlock Holmes), melainkan karya dari Tracy Mack dan Michael Citrin.

Ada yang berbeda pada kisah-kisah Sherlock Holmes versi terbaru jika dibandingkan dengan karya Conan Doyle. Walau tetap didampingi oleh Dr.Watson, sahabat Sherlock Holmes, dan musuh bebuyutannya Sherlock Holmes, si Prof. Moriarty, pada kisah ini Sherlock Holmes juga didampingi oleh para Laskar Jalanan Baker Street. Siapa mereka ? Mereka adalah anak-anak jalanan yang menjadi mata-mata dan kaki tangan sang detektif. Mungkin penulisnya ingin memberi nuansa cerita yang sedikit berbeda dengan versi-versi terdahulu. Dan buku ini merupakan seri pertama dari kisah Sherlock Holmes versi baru. Karena itu di dalamnya dikisahkan juga mengenai latar belakang anggota The Baker Street.

Kasus kriminal kali ini mengenai kematian Walenda bersaudara, bintang sirkus Grand Barboza, yang diduga akibat sabotase saat penampilan mereka di hadapan penonton. Selain itu, Sherlock Holmes juga dihadapkan pada kasus hilangnya buku The Stuart Chronicle dari istana Buckingham Inggris. Untuk mengatasi kedua kasus ini, maka Sherlock Holmes meminta bantuan The Baker Street untuk mencari informasi mengenai berbagai hal yang mungkin bisa mengungkapkan masalah tersebut. Apakah kedua kasus tersebut berkaitan satu dengan lainnya? Dan bagaimana Sherlock Holmes dengan bantuan The Baker Street dapat menyelesaikan kasus-kasus tersebut? tentu jawabannya harus dicari sendiri dalam buku ini,hehe…

But honestly…saya lebih suka tokoh detektif Hercule Poirot, detektif dari Belgia, karya Agatha Christie. Dengan sel-sel otak kelabunya (istilah Hercule Poirot saat sedang berpikir mengungkapkan kasus yang dihadapinya) serta penampilan fisiknya yang biasa banget (beda bo’ dengan James Bond), saya merasa kisah-kisahnya lebih menarik dan lebih rumit. Mungkin karena kehebatan Agatha Christie dalam memaparkan kisah detektifnya dengan lebih unpredictable, dibandingkan kisah Sherlock Holmes. Dalam cerita ini penggambaran kasusnya dipaparkan dengan alur yang lebih mudah untuk diikuti pembaca, tanpa bersusah payah mengingat nama dan tempat yang begitu rumit. Beda dengan Agatha, cerita-cerita detektifnya mengharuskan pembacanya juga ikut berpikir dan menebak-nebak kasus yang ada, disamping itu pembaca juga dihadapkan dengan berbagai karakter tokoh yang membingungkan dan bisa menjadi suspek pelaku kejahatan.

So, kalau kamu ingin membaca cerita detektif yang tidak terlalu memusingkan dalam mengikuti jalan ceritanya, buku ini tepat buatmu. Silahkan download gratis e-book ini dengan cara klik di sini. Trims atas kunjunganmu di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s